Daripada ku menangis
Lebih baik kuubah lara menjadi indah
Dalam bait syair sederhana
Yang ditulis insan yang hina
Berapa sayang yang kuberi?
Berapa airmata yang kuteteskan?
Berapa perih yang ku rasa?
Berapa lama waktu yang ku gunakan tuk pikirkan penghianatan?
Kalian takan pernah tau..
berapa sakit yang kubuang sia-sia
Seberapa banyak bagian nyawaku yang terbang melayang
Hingga nanti , saat semuanya pergi
Semuanya takan tersisa..
Mungkin tersiisa hati yang masih tersakiti
Itupun mungkin sudah hancur lebih dari berkeping-keping
Jangan menyesal jika kalian temukan
Ku sudah tak bernyawa, Oh penghianatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar